Selasa, 20 Januari 2015

Puisi untuk Universitas Gunadarma



UNIVERSITASKU OH GUNADARMA

Universitasku..
Kau adalah tempat yang indah bagiku
Kau adalah tempat untuk mencari ilmu
dan secara layak bagi kami untuk bertemu kawan-kawan baru

Universitasku…
Kau adalah tempat yang istimewa
Kau adalah tempat yang kukagumi untuk selamanya
bagi nusa dan bangsa
dan seluruh tumpah darah Indonesia

Universitasku…
Kau adalah tempatku untuk menggapai mimpiku
untuk menggapai seluruh cita-cita dan harapanku
setinggi mungkin hinggaku dapat meraihnya
Terima kasih untukmu
OH..
UNIVERSITAS  GUNADARMA

Manusia dan Keadilan

Agus Tri Pangestu - 10214512

1EA19

·        Apa yang anda ketahui tetang manusia dan keadilan?
Jawab:
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

·       Dalam mewujudkan keadilan social, sikap apa saja sikap apa saja yang perlu dipupuk?
Jawab:
Dalam mewujudkan keadilan sosial kita perlu menanamkan kejujuran sejak dini.



·        Jelaskan berbagai macam keadilan!
Jawab:
ü Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.

ü Keadilan distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

ü Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
 

Kecemasan objektif atau Kenyataan, Kecemasan Neurotis (saraf), dan Kecemasan Moral

Agus Tri Pangestu - 10214512

1EA19

1.    Sigmud feud seorang ahli psikoanalisa berpendapat bahwa terdapat 3 macam kecemasan yang menimpa manusia. Antara lain:

a)   Kecemasan objektif atau Kenyataan
Kecemasan obyektif adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada di dekat dengan benda- benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
contohnya  1. seorang anak yang takut akan kegelapan.
 2. seseorang yang cemas akan serangga.

b)   Kecemasan Neurotis (saraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah.
Sigmund freud sendiri membagi kecemasan ini menjadi 3 bagian :
·         Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.Kecemasan semacam   ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
·         Bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia). Sifat khusus dari pobia adalah bahwa, intensitif ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari objek yang ditakutkannya. seperti contoh kasus yang saya alami, bahwa setiap melihat atau bahkan menuliskan buah “nanas”, maka bulu kuduk saya akan berdiri dan merinding dibuatnya.
·         Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa adanya provokasi yang tegas.

c)    Kecemasan Moral
Kecemasan moral disebabkan karena pribadi seseorang . Tiap pribadi memiliki bermacam macam emosi antar lain: iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, dan lain lain. Sifat sifat seperti itu adalah sifat sifat yang tidak terpuji , bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa.
contohnya, seseorang yang merasa kecantikannya ditandingi oleh lawannya, oleh karena itu ia merasa dengki, ataupun membencinya.
 

Dorongan Kodrat, Dorongan Kebutuhan Hidup, dan Menurut Abraham Moslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia



Agus Tri Pangestu - 10214512

1EA19


1.    Jelaskan yang dimaksud dorongan kodrat dan dorongan hidup!

a)      Dorongan Kodrat
      Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.
Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain.
Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.

b)    Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.

c)     Menurut Abraham Moslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia adalah?
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup (survival).
b. Keamaanan (safety).
c. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui lingkungan (status).
e. Perwujudan cita-cita (self-actualization).
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.